Orang Zalim, Sifat dan Akibatnya


by Otie Riri on Wednesday, December 21, 2011 at 1:15pm
فسوف تعلمون من تكون له عاقبة الدار إنه لا يفلح الظالمون
“Kalian akan tahu siapa yang akan mendapat tempat terbaik di akhirat dan sesungguhnya orang-orang zalim itu tidak akan beruntung.” (QS. al-An’am: 135)

Al-Quran menggambarkan secara sempurna sebab-sebab yang mendorong seseorang berbuat zalim di dalam banyak ayat dan memotivasi kita untuk menghindarinya. Secara ringkas sebab-sebab itu sebagai berikut:
1. Menentang dan berpaling dari ayat-ayat Allah.
وما يجحد بآياتنا إلا الظالمون
“Hanya orang-orang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami.” (al-Ankabut: 49)
Allah menyediakan ayat-ayat-Nya sebagai hidayah dan pengarah. Mengingkarinya berarti tidak mengamalkannya. Ini adalah pengantar menuju kezaliman, bahkan kezaliman itu sendiri.
2. Melanggar batasan-batasan Allah.
Maksudnya, tidak berkomitmen pada jalan yang benar sehingga pada waktu yang sama seseorang menyimpang dari jalan yang lurus dan terjebak di padang kesesatan.
Allah SWT berfirman:
تلك حدود الله فلا تعتدوها، ومن يتعد حدود الله فأولئك هم الظالمون
“Itulah batasan-batasan Allah, janganlah kalian melanggarnya. Orang-orang yang melanggar batasan-batasan Allah, mereka adalah orang-orang yang zalim.” (Al-Baqarah: 223)
Mereka menzalimi diri sendiri dengan menempatkan diri mereka dalam hidup yang serba sulit dan serba sempit, juga menzalimi orang lain dengan menimbulkan berbagai masalah di masyarakat.
3. Tidak menjadikan hukum Allah sebagai dasar dalam mengambil keputusan.
Perbedaan poin ini dengan poin sebelumnya, poin terdahulu dilakukan oleh masyarakat secara keseluruhan, sedangkan poin ini dilakukan oleh para penguasa. Kadang kala masyarakat ingin menerapkan ajaran Tuhan, tapi penguasa menghalang-halanginya dengan cara mengaburkan hukum Tuhan dan mengedepankan hukum manusia.
Allah SWT berfirman:
ومن لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الظالمون
“Orang-orang yang tidak mengambil keputusan dengan berdasarkan kepada hukum Allah, mereka adalah orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah: 45)
4. Mengikuti orang-orang kafir.
Salah satu sebab terbengkalainya hukum Allah dan terjerumusnya kita di padang kesesatan dan kelemahan adalah membiarkan orang kafir menguasai diri kita. Orang-orang kafir tentu saja ingin menerapkan ideologi yang mereka yakini, yaitu ideologi yang selaras dengan kepentingan dan hawa nafsunya. Karena itu, masyarakat kita melangkah ke arah yang tidak memberi manfaat, tapi justru membahayakan diri sendiri.
Allah SWT berfirman:
يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا آبائكم وإخوانكم أولياء إن استحبوا الكفر على الإيمان ومن يتولهم منكم فأولئك هم الظالمون
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung, jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan. Barangsiapa di antara kalian yang menjadikan mereka sebagai pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (at-Taubah: 23)
5. Mengikuti hawa nafsu.
Al-Quran telah menjelaskan alasan-alasan seseorang menuruti bisikan hawa nafsunya, yaitu:
a. Menipu orang lain demi melindungi kepentingannya.
Allah SWT berfirman:
ومن أظلم ممن افترى على الله كذباً ليضل الناس بغير علم
“Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kebohongan terhadap Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa pengetahuan?” (Al-An’am: 144)
b. Menghalang-halangi dilaksanakannya ajaran Allah jika bertentangan dengan kepentingannya.
Allah SWT berfirman:
ومن أظلم ممن منع مساجد الله أن يذكر فيها اسمه
“Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mencegah disebutnya nama Allah di masjid-masjid?” (al-Baqarah: 114)
c. Membelot dari kebenaran dan tidak mendukungnya.
Allah SWT berfirman:
ومن أظلم ممن كتم شهادة عنده من الله
“Siapakah orang yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian dari Allah yang ada padanya?” (al-Baqarah: 140)
Akibat dari kezaliman adalah kejelekan baik di dunia maupun di akhirat.
1. Setiap kezaliman seseorang pada orang lain akan menimpa dirinya sendiri.
ومن يتعد حدود الله فقد ظلم نفسه
“Orang yang melanggar batasan-batasan Allah, dia telah menzalimi dirinya sendiri.” (ath-Thalaq: 1)
فأصابهم سيئات ما عملوا وحاق بهم ما كانوا به يستهزئون
“Mereka akan tertimpa akibat dari perbuatan mereka sendiri dan merelak akan diliputi oleh azab yang dulu selalu mereka perolok-olokkan.” (an-Nahl: 34)
2. Hidup dalam kesesatan dan jauh dari hidayah
Orang zalim, karena tidak mau disebut sebagai orang zalim, akan menjustifikasi perbuatannya dengan berbagai dalih dan alasan. Dia akan semakin jauh tersesat demi membela diri. Orang itu semakin sulit menerima kebenaran, tidak dapat mengambil manfaat dari hidayah Allah, tidak dapat mengambil manfaat dari ajaran agama, serta nasihat dan petuah orang lain.
3. Kebinasaan.
Allah SWT berfirman:
هل يهلك إلا القوم الظالمون
“Tidak akan dibinasakan kecuali orang-orang zalim.” (al-An’am: 47)
وما كنا مهلكي القرى إلا وأهلها ظالمون
“Kami tidak akan menghancurkan suatu kaum, kecuali mereka dalam keadaan zalim.” (al-Qashash: 59)
4. Azab di akhirat
Allah SWT berfirman:
ولو ترى إذا الظالمون موقوفون عند ربهم يرجع بعضهم إلى بعض القول يقول الذين استضعفوا للذين استكبروا لولا أنتم لكنا مؤمنين ، قال الذين استكبروا للذين استضعفوا أنحن صددناكم عن الهدى بعد إذ جائكم بل كنتم مجرمين
“Dan (alangkah mengerikan) jika engkau melihat ketika orang-orang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebagian dari mereka mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain. Orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, ‘Kalau tidaklah karena kamu, tentulah kami menjadi orang-orang beriman.’ Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, ‘Kamikah yang telah menghalangimu untuk memperoleh petunjuk setelah petunjuk itu datang kepadamu? Tidak. Sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berbuat dosa.’” (Saba: 31-32)